Buat membayangkan seberapa parah krisis keuangan di Amrik, barusan saya bertanya lewat yahoo messager pd seorg kawan yg lagi kuliah di sana. Katanya sih jauh lebih parah daripada krismon 98. Sebab saat itu yg terkena dampak cuma Asia Tenggara – dan meski yg terparah memang Indonesia, tp waktu itu kita masih punya banyak untuk dijual. Sebaliknya, sejak thn 80-an banyak produk amrik yang outsourced ke luar negeri. Otomatis, mereka sebetulnya gak bener2 punya produk, setidaknya gak sebanyak Indonesia. Maka saat amrik sempoyongan, hampir gak ada satupun yang bisa nolong. Lantas gimana dengan Obama? Kata kawan itu; dia bukan juruselamat, cuma "harapan" aja. Dia jadi presiden di saat yang salah karena kondisi keuangan amerika sudah ada di stadium empat.
Entah gimana, pasar bursa di seluruh dunia kok pada kompakan turun, barangkali krn orang2 sekarang lagi malas berinvestasi, lebih suka menabung atau punya uang cash. Ini jelas gak menuntungkan negara manapun, sebab bunga tabungan kecil. Lantas bank sentral mereka menurunkan tingkat suku bunganya dengan harapan masyarakat pada mau belanja atau berinvestasi. Pengecualiannya ada di negeri ini, BI malah menaikkan suku bunga. Gak kompak memang, tp langkah itu tepat sebab memprovokasi orang buat menabung ketimbang pegang uang cash. Kebayang gak sih kalau nafsu belanja gak bisa ditahan sebab duit cash di tangan? Ujung2nya harga naik trus inflasi deh..
Krisis global akan membikin sebagian besar negara mengurangi import akibatnya negara2 eksportir akan kehilangan pasar. Celakanya Indonesia termasuk negara yang rajin melakukan ekspor, maka imbasnya terasa banget. Nah, kalau gak ada pasar luar negeri, persediaan barang di dalam negeri akan melimpah, dan ini membikin harga akan turun. Bagus, kan ? Yes..in the short term.
Kita bisa hip hip hura sebentar pas harga turun, tapi kalau terus2an berproduksi dengan harga yang murah, pengusaha bakal terpaksa mengurangi takaran produk, menurunkan kualitas, dan melakukan PHK. Kalau terlalu banyak PHK, maka perekonomian melambat. Jadi mirip kartu domino; satu rubuh, yang lain ikut rubuh. Serem ya?.
Jadi saya setuju kalau kita berhenti menggunakan barang import dan lebih banyak menggunakan produk dalam negeri. Bukan tiru-tiru Prabowo, cuma mengurangi dampak krisis aja, sebab kalau kali ini Indonesia terseret arus krisis global, maka akan susah selamat. Kalau kemarin2 memang banyak negara yang bisa menolong sebab mereka dalam keadaan sehat. Lha, sekarang mereka juga pada sekarat, kok. Jadi, berbuat sesuatu yuk buat negara sendiri.
[Begitulah analisis sok tahu dari penulis blog abal-abal yg membikin postingannya dgn Microsoft, bukan produk dlm negeri sama sekali. Sigh!]
18 comment(s):
jujur, saya jadi paham kondisi krisis sebenarnya gimana.. selama ini cuma tahu omongan emak saya aja tentang harga saham turun, dollar naik..
kalau tentang konsumsi produk sendiri, setuju kali bah! walaupun panggilan hati ini bukan karena sadar akan keuntungan atau manfaatnya. hanya saja, saya ngerasa pola hidup konsumtif "kebanyakan" masyarakat kita disalurkan ke produsen yang salah :p
Sepakat mbak Astrid dengan analisa mbak, dampaknya menurut saya seperti itulah.
hahhaa, jadi ada rencana pake blog buatan dalam negeri. astridsavitri.dagdigdug.com nantinya?? hmmm...., mampir gak ya?
kok ngerti permainan domino sih? jago nih.
Soal krisis tersebut, kalau daya beli kita terhadap produk dalam negeri aja lemah gimana mbak?
soal memakai produk dalam negeri ini, aku pernah baca bentar lagi SBY akan mengeluarkan keppres/inpres utk pemakaian produk dalam negeri. rada ajaib juga sih. ndak tau nanti apa isinya...bisa jadi mewajibkan masyarakat pakai produk dlm negeri...:D
memang krisis global itu yang bisa ngelametin ya kita sendiri kok. Masalah produk asing kadang seperti buah simalakama, sebab kalo misalnya produk dalam negeri nggak ada ya apa boleh buat pake produk asing. tapi tetep gimanapun prferensi pake produk dalam negeri, tapi mbok ya kualitasnya itu diperbaiki
@antown
blog dagdigdug itu pake mesin wordpress buatan asing lho!
aku cinta buatan indonesia!
susah tpnya... orang2 indonesia ituh justru cenderung melecehkan produk dalam negeri.
terbukti tuh... butik2 dr designer terkenal luar negri yg ada dijakarta ga pernah bangkrut dan sepi pengunjung..pdhl harga2nya selangit
@ramon: oh sorry, thx infonya
hehe gue geli baca bukan ikut2xan prabowo :D Tp emang bener, kapan lagi kita mulai utk mengkonsumsi produk dlm negeri. Hrsnya kesadaran ini dimulai paling ngga pas krismon 98. Tp buat produk film mohon maap, gue ga bisa meninggalkan produksi holiwut :mrgreen:
kenalan ya mbak........ aq benernya rada was-was juga liat keadaan ekonomi dunia yang makin amburadul especially our country.... tapi mo gimana lagi???? yaaahhh kita nikmatin aja semua kekacauan ini supaya hidup lebih berwarna.... I'll wait for you visit my blog sister....
Sudah waktunya batik go international nih Mbak ...:-)
he..he..he... bener nih, sudah ngak narsis lagi
[aku nggak lihat postingan awal lho, soalnya kan dilarang...!:-)]
salam
Tapi mudah2an krisis ini akan segera berakhir mbak karena untungnya ekonomi indonesia digerakkan oleh faktor domestik (konsumsi dan investasi) bukan net-ekpor dan dampak resesi ekonomi AS pada Indonesia melalui perdagangan internasional terbatas, dampak kepada indonesia lebih melalui pasar finansial.
...setuju..mari pakai Linux..jangan pakai MS..mari makan durian petruk...jangan durian bangkok...mari nonton Laskar Pelangi ..jangan nonton film Hollywood atau Bollywood....
hahaha....ngga apa2 mba'...mumpung belum ada produk dalam negri yang bisa membantu kita menulis...(atau mungkin sudah ada dan sayanya aja yang bego yah?)anyway, saya setuju dengan pemakaian produk dalam negri...semangaat!!
Salam kenal Mbak,
Postingan yang menarik, kondisi ekonomi global yang melanda dunia saat ini. Hidupkan kembali kondisi ekonomi riil dalam negeri, salah satunya adalah dengan menggunakan barang2 produksi dalam negeri. Mencintai produk dalam Negeri dan mencintai rupiah perlu kita galakkan kembali.
Salam
Yup... Benar itu mbak... Mari mulai mencintai dan memakai produk dalam negeri :D
harus ada krisis, karena sekarang harga udah mahal minta ampyun, beras mahal, rokok mahal, bensin mahal, apa-apa mahal, harus krisis karena sudah tidak masuk akal, seperti orang sakit yang sebenarnya adalah upaya tubuh untuk mencari keseimbangannya, jadi sekarang ekonomi baru mencari titik normalnya lagi.
Post a Comment
Hal-hal yg saya tulis adalah sebuah pengamatan terhadap berbagai kejadian sepele di sekitar kita, yg mungkin mirip jerawat di muka permasalahan raksasa. Saat membacanya, kamu boleh tersenyum (krn suka) atau kesal (krn gak setuju). Silakan, monggo!
Komentar lebih pribadi bisa dikirim ke beingandbeyond@yahoo.com