Thursday, August 27, 2009

Brain, Beauty and Behaviour

Kalau tidak salah, motto tersebut milik kontes putri Indonesia yang rutin diselenggarakan setiap tahun. Artika Sari Dewi, putri Indonesia 2004, pernah menambahkan kata BRAVE dibelakangnya. Apapun maksudnya, kata itu masih terdengar seirama – jadi buat saya oke-oke saja meskipun tetap enggak paham.

Minggu lalu, waktu membuka-buka sebuah majalah wanita, saya tertarik pada sebuah kolom. Dalam kolom itu, beberapa perempuan dengan kisaran umur 20 sampai 35, lajang maupun menikah diminta memilih mana yang lebih penting: BRAIN, BEAUTY atau BEHAVIOUR. Jawaban mereka tentu saja bermacam-macam. Salah satu menjawab kira-kira begini: BEAUTY lebih penting, karena seseorang dengan (good) brain dan (well) behaviour , tidak akan dilirik kalau tidak cantik. Saya kira, saya setuju dengannya. Mmm.. mungkin hampir setuju kalau kemudian saya tidak ingat dua orang yang cukup dekat dengan saya.

Teman perempuan saya, otaknya sangat cerdas. Dia lebih muda daripada saya, tapi karena pengetahuannya yang begitu kaya, saya tidak pernah segan bertanya apa saja kepadanya. Dia juga tidak pernah segan membagikan pengetahuan luasnya tentang politik, ekonomi, sastra, dan semacamnya kepada siapa saja. Kecantikannya berbeda dengan versi yang populer di masyarakat (baca: putih, tinggi, langsing dan indo).

Sepupu saya, tingginya 171 cm, berkaki panjang dan sangat langsing. Dia bukan indo, tapi kulitnya putih dan hidungnya mancung. Dia teman ngobrol yang enak, dan dia juga sangat informatif kalau kamu bertanya atau minta saran mengenai tas, baju, sepatu, rebonding, hair and body spa, dan semacamnya. Pengetahuan luasnya tentang berbagai jenis merk dan harga barang, berbeda dengan versi cerdas yang populer di masyarakat (baca: mengerti politik, penggemar sastra klasik, bicara dengan pilihan kata yang canggih)

Keduanya punya BEHAVIOUR yang baik. Kalau keduanya datang berbarengan dalam sebuah acara – katakanlah pesta ultah, siapa kira-kira yang akan dilirik pertama kali oleh yg hadir dalam acara itu? Kalau keduanya datang berbarengan dalam sebuah acara – katakanlah bedah buku, siapa kira-kira wawasan siapa yang akan menarik perhatian peserta lain?

BRAIN, BEAUTY and BEHAVIOUR. Saya kira hanya masalah tempat, waktu, dan audience. Kalau kemudian ketiga kata itu menjadi motto dalam kontes putri-putrian, itu karena ia memang cocok sebagai sebuah motto, tidak lebih. Saya jadi bertanya-tanya. Apa kira-kira yang bisa menjadi motto dalam kontes putra-putraan? Mungkin BRAIN, BODYSHAPE, BEHAVIOR dan BE A MAN NOT A BUTCH*??!!


*Butch : sebutan slank untuk pasangan homoseksual yang karakter maskulin-nya lebih kuat.

15 comment(s):

Anonymous said...

ah.. kayak enggak inget aja, elo kan dulu juga ikut kontes putri-putrian, hehe... (shanty nih)

eloque said...

Mbak Astrid.. yang disebut-sebut sbg "temen lebih muda yang cerdas" tuh kayaknya aku bgt deh mbak.. (WHOA.. NARSISIS GILA GA TAU MALU.. ;p)
Btw, asik2 niy tulisannya.. Keep blogging! :)

Anonymous said...

Elo ga suka coklat ?? wakakak

Rivermaya™

Anonymous said...

Tentang 3B(dan bisa ditambah "B" yang lain seperti Bebas Bau Badan misalnya), aku teringat temenku yg terpilih jadi Putri Indonesia 2000. Meski konon banyak yg sangsi atas kemenangannya(katanya dia menang karena nyogok), aku tetep mengacungi jenthik(jempol terlalu bagus)karena tetep aja dia melakukan usaha ekstra. Selebihnya, becik ketitik, ala ketara.

retnanda said...

haiiiiiiiiiiiii
welcome back
sejak kapan??? aku sampai ndak ngeh.... takpikir masih libur ngeblog...
...
hmmm tulisan di atas menarik, dan hal itu akan selalu jadi perdebatan antara, pria dan wanita, wanita dan wanita,.... hehehe.. tidak perlu ditanyakan siapa akan dilirik duluan....
karena.................
ada perbedaan yang mendasar saat siapa melirik siapa, tergantun apa yang ada dibalik otaknya..
wakakakak!!!
(ini omongan orang sirik, yang tidak pernah dilirik pada pemunculan pertama....wakakakak!)

G said...

Saya ga pernah nonton kontes putri2an, ga tau kenapa ga gitu tertarik aja sih... tertariknya main game pet society soalnya, hihihi... :)

mommy adit said...

hmm.. menurut saya sih, behaviour kayaknya yg lebih penting ya, krn behaviour lebih dekat dengan akhlak seseorang kan? Kalau ada orang yang cantik/pintar tapi behaviournya jelek kayaknya orang2 juga ogah bertemen ma dia...

amethys said...

yg penting be yourself...jadi semua datang dari dalam hati

nich said...

saya pribadi lebih condong ke faktor behaviour, mbak

soalnya kalau kelewat cakep, tapi sombong.. putus jalan buat saya
atau kalau kelewat pintar, juga gak mau kalah.. tertutup lah pintu

weee.. udah lanjut lagi nih blognya, selamat datang kembali :D

karila said...

Wha...udah mulai ngeblog lagi ya mbak...
It's good to have you back :D

Aku sepakat kalo 3B itu liat sikonnya...
Syukur2 setiap saat setiap waktu bisa jalanin 3B itu terus :D

ernut said...

setuju mommy adit, behaviour first...kaluk perkara cantik ya kebetulan aja emang dikasihnya kayak gitu sama yang di atas, yg berwajah pesek emangnya sengaja pesen apa? hehe...
kangan mbak...

Sekar Lawu said...

aku juga punya 3B. Besar, besaaar....besaaar...

plendhus said...

hmmmm..... setuju

lady said...

nice posting..

Echi said...

ahhahaha.... bener mbak, setuju banget aku sama mbak astrid :D

Post a Comment

Hal-hal yg saya tulis adalah sebuah pengamatan terhadap berbagai kejadian sepele di sekitar kita, yg mungkin mirip jerawat di muka permasalahan raksasa. Saat membacanya, kamu boleh tersenyum (krn suka) atau kesal (krn gak setuju). Silakan, monggo!

Komentar lebih pribadi bisa dikirim ke beingandbeyond@yahoo.com